-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Tak Pantas, Ayah Tiri Perkosa Anaknya dan Rutin Suntik KB

Tak Pantas, Ayah Tiri Perkosa Anaknya dan Rutin Suntik KB

Seruan.id - Warga Sukorambi, Jember, Jawa timur berinisial RH mengungkapkan isi hatinya dengan mata berkaca-kaca. Ibu dengan tiga anak ini mengeluhkan kasus pemerkosaan yang menimpa anak keduanya belum juga diproses polisi. Bahkan pelaku masih bebas berkeliaran selama setahun sejak pelaporannya pada polisi.

RH menjelaskan jika pelaku merupakan mantan suaminya sendiri atau ayah tiri korban, Joni. Korban yang saat ini di jenjang kelas 1 SMA diperkosa pelaku sejak kelas 4 sekolah dasar.

"Anak saya diancam akan dipukul jika tidak menuruti keinginan bapak tirinya," ujar RH di rumahnya dikutip dari tvonenews.com, Kamis, 7 Oktober 2021.

RH yang kesehariannya bekerja di pabrik dari pagi hingga malam, tak pernah merasa curiga dengan gerak-gerik suaminya tersebut.

"Cuman anak saya itu sering minggat dan keluar rumah. Saya merasa hanya kenakalan remaja saja. Tapi ternyata untuk menghindari bapak tirinya. Saya menyesal tidak menyadarinya dari dulu," lanjut RH.

Sampai dengan akhirnya ketika korban kelas 3 SMP, RH melaporkan suaminya pada polisi karena kekerasan rumah tangga.

"Dia sering merusak dan membanting isi rumah kalau marah," cetus RH.

Setelah mengetahui istrinya telah melapor ke polisi, Joni rupanya kabur.

Setelah ayah tirinya pergi dari rumah, korban akhirnya berani menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada RH mengenai kekerasan seksual yang dilakukan ayah tirinya.

"Hati saya hancur mendengar ceritanya. Parahnya, Joni sering membawa anak saya suntik KB pada seorang bidan," sesal RH dan segera melapor ke polisi.

RH juga sudah yakin untuk menggugat cerai suaminya.

Hari ini bulan Oktober adalah setahun setelah RH melaporkan pemerkosaan anak kandungnya pada polisi. Akan tetapi  hingga kini, pelaku tidak juga ditangkap.

"Joni masih ada di Jember. Bahkan menurut tetangga saya, dia ada di rumahnya," sebut RH

RH mengaku dua kali menanyakan tindak lanjut kasus anaknya di Polres Jember. Namun RH tidak pernah mendapat jawaban yang pasti.

"Saya sudah berusaha Bu," ujar RH dengan menirukan ucapan polisi saat ditagih perkembangan kasus anaknya.

RH mengaku sudah pasrah dan berharap Tuhan-lah yang akan menghukum pelaku. Pada tahun 2008 lalu, RH menikahi pelaku ketika korban berusia dua tahun. Suami pertama atau ayah kandung korban meninggal dunia diakibatkan sakit.
Related Posts
A-L-S
Jatuh dan Tenggelam Itu Sudah Biasa, Terbang Saja yang Tak Biasa

Related Posts

Post a Comment