-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Fakta dan Kisah Tersembunyi di Balik Monumen Gunung Rushmore, South Dakota, USA

Fakta dan Kisah Tersembunyi di Balik Monumen Gunung Rushmore, South Dakota, USA

Seruan.id - Di permukaan granit Gunung Rushmore terdapat ukiran terbesar empat kepala presiden Amerika Serikat, yaitu George Washington (1732–1799), Thomas Jefferson (1743–1826), Theodore Roosevelt (1858–1919), dan Abraham Lincoln (1809–1865). Seorang seniman Gutzon Borglum yang mengukir kepala tersebut.

Sebelum menjadi monumen yang didedikasikan untuk 4 presiden AS, bukit itu adalah situs suci bagi banyak penduduk asli Amerika. Itu adalah titik kontak antara beberapa masyarakat adat dan nenek moyang mereka.

Orang-orang seperti Shoshone, Salish, Kootenai Crow, Mandan, Arikara dan Lakota menggunakannya sebagai tempat perlindungan. Pada tahun 1890, terjadi peristiwa yang lebih dari 300 penduduk asli wilayah tersebut terbunuh. Penduduk asli semakin terbatas pada tanah yang dibatasi pemerintah - reservasi Indian.

Pada tahun 1924, tahun yang sama ketika orang Indian Amerika diakui sebagai warga negara, sejarawan Doane Robinson meminta pematung Gutzon Borglum untuk membangun sebuah monumen di Gunung tersebut. Idenya adalah untuk menghormati tokoh-tokoh lokal seperti pemimpin adat Lakota Crazy Horse.

Namun, pematung Borglum adalah anggota Ku Klux Klan dan menekan sejarawan untuk hanya memahat presiden negara tersebut.

Borglum memilih George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln.

Sebelum selesai, monumen itu penuh dengan kontroversi dan kurangnya investasi.

Pekerjaan dimulai pada tahun 1927,
Gutzon Borglum meninggal pada bulan Maret 1941, kemudian puteranya Lincoln Borglum mengambil alih pembangunan. Walaupun konsep awal bermaksud mengukir setiap presiden itu dari kepala sampai pinggang, tetapi karena ketiadaan dana terpaksa pembangunan dihentikan di akhir bulan Oktober 1941.
Related Posts
egip satria eka putra
Suka mengoleksi buku dan menulis. Mengoleksinya saja, sedang membacanya tidak.

Related Posts

Post a Comment