-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Ledakan Petasan Maut Renggut Nyawa 4 Orang di Kebumen

Ledakan Petasan Maut Renggut Nyawa 4 Orang di Kebumen 

Seruan.id - Malam lebaran berujung kesedihan. Begitulah yang dirasakan keluarga korban yang tewas akibat ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah membawa petaka di malam lebaran. 

Ledakan petasan itu terjadi pada Rabu (12/5/2021) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa itu bermula saat tujuh korban tengah meracik petasan di rumah salah seorang korban yang bernama Untung.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan, namun belum ada penetapan tersangka.

"Telah dilaksanakan olah TKP oleh tim labfor Polda Jateng didampingi tim inafis. Kami belum ada penetapan tersangka, masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman dikutip dari detikcom

Akibat peristiwa ledakan petasan itu, rumah korban Untung rusak parah. Plafon dan dinding rumah hancur, dan kini masih digaris polisi. Dari TKP, polisi akhirnya memusnahkan 400 gulungan kertas dan 5 kg obat bahan petasan.

Tugiman mengimbau agar masyarakat tidak bermain petasan karena bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, ledakan petasan menyebabkan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

"Imbauan kepada masyarakat untuk tidak bermain petasan karena sangat berbahaya," pesan Tugiman.

Dari hasil informasi yang dihimpun Seruanid, peristiwa itu bermula saat Tujuh warga meracik petasan di rumah korban Taufik Hidayat bin Untung (55). Tujuh warga itu yakni Untung, Bambang Priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Sugiyanto bin Marimin (23), Rizky Efendi (21), Alib bin Badjo (24), dan Irwan Soleh bin Solehudin (24).

Kemudian salah seorang meracik sambil merokok yang menyebabkan petasan meledak dan menewaskan tiga orang yaitu Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky Efendi (21) dan Rio Dwi Pangestu (22). Sementara sisanya luka-luka.

Selanjutnya pada Kamis (13/5/2021), salah seorang korban luka-luka, yakni Sugiyanto (23) akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Prembun.

Related Posts
Pricilyahtjl
Writing is the art of creating life

Related Posts

Post a Comment