-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Viral! Seorang Pria di Humbahas Memilih Meninggalkan Jenazah Ayahnya Demi Mengikuti Ujian Perguruan Tinggi

Viral! Seorang Pria di Humbahas Memilih Meninggalkan Jenazah Ayahnya Demi Mengikuti Ujian Perguruan Tinggi

Seruan.id - Seorang pria bermarga Silaban viral di media sosial karena ia meninggalkan jenazah Ayahnya untuk mengikuti ujian seleksi Perguruan tinggi Negeri. Ia ingin mengikuti test seleksi namun pada saat itu juga ayahnya meninggal dunia. 

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Simarsik, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. 

Foto tersebut sudah banyak dibagikan di Facebook. Namun belum diketahui siapa pengunggahnya pertama kali. 

Namun, dari penelusuran Seruan.id, Seorang yang bernama Marihot Siburian mengunggah dua foto dan menuliskan caption yang berkaitan dengan peristiwa di salah satu grup Facebook yang bernama Kabar Kabari Humbang Hasundutan, pada Rabu (14/4/2021). 

Foto pertama memperlihatkan Silaban sedang duduk memakai sepatu sambil membelakangi jenazah ayahnya. 

Foto kedua menunjukkan sebuah rumah yang didalamnya terdapat seorang ibu duduk di samping jenazah dan beberapa orang yang diduga merupakan pelayat. 

Dalam postingan, Marihot menyebutkan Silaban akan pergi untuk melanjutkan ujian terakhir kepolisian. 

"TURUT BERDUKA CITAπŸ˜ͺ Dia rela meninggal kan orang tua nya, Demi melanjutkan ujian terakhir ke #POLISI an. Semoga tercapai cita" mu lae ku.❤️πŸ‘ŒπŸ‘" tulis Marihot Siburian dalam captionnya.

Setelah beberapa saat diposting, status tersebut sudah disukai ribuan kali dan dibagikan ratusan kali. Netizen juga menulis berbagai komentar untuk memberi dukungan kepada Silaban dan berharap apa yang dicita-citakan dapat tercapai sehingga bisa membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. 

Perhatian netizen muncul karena ada informasi bahwa kesempatan itu merupakan yang paling terakhir bagi pria tersebut untuk mengikuti ujian masuk polisi. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa itu merupakan waktu terakhir untuk mendaftarkan diri ke penerimaan polisi. 

Namun, menurut Guntur Tinambunan, seseorang yang berkomentar mengenai peristiwa itu, Silaban pergi untuk mengikuti test seleksi Perguruan tinggi negeri. 

Ia menuturkan bahwa Silaban adalah keluarganya, dimana Silaban adalah anak dari tulang kandungnya yang meninggal. 

"Mohon maaf atas pelurusan informasi, beliau adalah anak dari tulang kandungku," tulisnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa Silaban bukan untuk mengikuti test masuk kepolisian melainkan test masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan Hukum. 

"jadi tulang naposo kami ini rencana bukan akan test masuk ke kepolisian akan tetapi akan mengikuti test masuk Perguruan Tinggi Negeri, dan rencana akan mengambil jurusan hukum," katanya dalam komentar tersebut. 

Ia juga menuliskan bahwa ia meluruskan informasi tersebut agar tidak ada berita yang simpang siur. 

"Melalui media ini kami menyatakan pelurusan informasi ini agar dihapus subject agar tidak ada kesimpangsiuran berita,demikian saya ucapkan mohon maaf, HORAS πŸ™πŸ™, " tulisnya diakhir. 



Namun hingga berita ini dilansir, belum ada pihak keluarga yang mengkonfirmasi berita tersebut. Demikian juga sampai saat ini belum diketahui siapa nama pria dan ayahnya tersebut walau para netizen bertanya-tanya. Mereka hanya mengetahui bahwa pria tersebut bermarga Silaban.

Related Posts
Pricilyahtjl
Writing is the art of creating life

Related Posts

Post a Comment