-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Diduga Menista Agama, Kini Joseph Paul Zhang Diburu Polisi

Diduga Menista Agama, Kini Joseph Paul Zhang Diburu Polisi

Seruan.id - Setelah diduga kuat melakukan penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW, kini nama Joseph Paul Zhang semakin viral di media sosial dan telah dilacak keberadaannya oleh pihak kepolisian Indonesia.

Kejadian penistaan tersebut berawal dari sebuah forum diskusi zoom berthema "Puasa Lalim Islam" yang juga sengaja ia tayangkan pada akun Youtubenya. Pada video beredar tersebut terlihat Joseph menyapa semua peserta yang ada di beberapa belahan dunia.

"Shalom yang ada di Afrika, Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja, juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional," sapa Joseph pada videonya.

"Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil nomor antrean dulu di Munchen," lanjut Joseph.

"Boleh ya semua yang mau antre, bisa nomor antrean nabi. Lah wong situ nabi Jones disuruh buka dalam doa malah buka puasa sendirian, melangkahi. Suruh buka dalam doa malah buka puasa dia. Ngak bener ini nabi Jones sekte sesat Tangkitarian. Disuruh buka dalamdoa malah buka tangki lu, ngak benar," terus Joseph.

"Ya kita-kita terus berdoa yang ada di NTT supaya teman-teman untk bantu teman-teman yang ada di NTT. Haleluya, shalom semuanya," lanjut Joseph.

Setelah Joseph menyapa semua peserta, kemudian ia memulai Zoom dengan topik "Puasa lalim Islam".

"Tema kita hari ini puasa lali Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang lapar! ha ha ha...Gubrak gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, gak benar lu," Joseps membuka diskusi Zoomnya.

Setelah itu, Joseph berpindah bahasan ke teman-temannya yang Muslim yang berada di Eropa. Ia mengatakan bahwa teman-temannya itu pada saat melaksanakan ibadah puasa di Eropa hanya pada tahun pertama saja, dan alasannya karena takut akan Allah.

"Ini saya dikirimi sama teman-teman dari... Yang saya bagikan lalimnya. Jadi kalau kita lihat sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada, bukan lagi pada puasa, lagi duniawi ngak puasa," ujarnya.

"Sebab teman-teman muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa ngak. Tahun ke 3 bablas ngak puasa, Allah ngak liat. Loh kenapa? Kan Allah Maha Tahu. Ngak, Allah lagi dikurung di Kabbah," lanjut Joseph sambil tertawa terbahak.

"Kurang ajar. Emang gitu ya? Tahun pertama mereka masih puasa full. Tahun kedua mereka separo. Tahun ketiga mereka rata-rata udah ngak puasa lagi. Tiap hari ngeliat porselen. Tiap hari mereka... Apalagi di sini sejuk. Kalau mau cocok disini sejuk," lanjutnya lagi.

Mendengar hal tersebut, beberapa peserta yang ada di dalam Zoom mengomentari pendapat Joseph. Namun Joseph secara terang-terangan mengatakan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa dan Idul Fitri, ia menganggapnya sebagai sesuatu yang mengerikan. 

"Tapi dari dulu saya kalau bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau dekat-dekat Idul Fitri.  Dung... Dung... Breng... Dung... Breng... Sarimin ke pasar.. Dung Dung..Breng. Allah bubar. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget," papar Joseph.

Mendapati laporan dari warga, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun mengerahkan pihaknya untuk menyelidiki kasus tersebut. Kini ia mengaku bahwa mereka tengah memburu Joseph Paul Zhang.

"Sedang kami selidiki," ujar Listyo.

Joseph telah dilaporkan ke Bareskrim atas Laporan Polisi Nomor LP/B/0253/IV/Bareskrim tanggal 17 April 2021.

Namun berdasarkan penelusuran dari pihak kepolisian, ternyata Joseph telah tidak lagi berada di Indonesia. Dia ternyata telah meninggalkan Indonesia menuju Hongkong sejak tanggal 11 Januari 2018 silam. Hal tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kantor Imigrasi KElas I Soekarno Hatta (Travel Document np B6622531).

Disisi lain, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyampaikan bahwa pihaknya juga kini telah berupaya bergerak mencari keberadaan Joseph.

"Subdit 1 Dittipisiber akan melakukan monitoring dan bekerja sama dengan pihak Imigrasi untuk membantu mengetahui keberadaan tersangka," terang Agus.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment