-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Terulang Lagi: Ribuan Ton Ikan Mati Massal, Petani Keramba Jaring Rugi Miliaran Rupiah

 

Penampakan Ribuan Ton Ikan Mati Masaal di Waduk Jatiluhur

Terulang Lagi: Ribuan Ton Ikan Mati Massal, Petani Keramba Jaring Rugi Miliaran Rupiah

Seruan.id - Setelah menimpa para petani Keramba Jaring Apung (KJA) pada 9 Desember 2021 lalu, kini kematian massal ikan tanpa sebab kembali menimpa para petani KJA di Waduk Jatiluhur, Purwakarta pada Minggu (31/01/2021).

Kejadian mendadak ini pun mengakibatkan para petani KJA Waduk Jatiluhur mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Mendengar kabar tersebut, MNC Portal Indonesia (MPI) pun bergegas melakukan pantauan langsung ke lapangan. Disana terlihat para petani KJA disibukkan dengan mengangkat bangkai ikan yang memenuhi kolam mereka untuk segera dipindahkan ke tempat yang lain.

Selain mengangkat bangkai ikan, sebagian dari petani juga terlihat berusaha menyelamatkan ikan yang belum mati agar bisa dipanen dini dan dijual dengan harga yang murah.

Halim Wahyu, salah satu petani KJA yang bertempat tinggal di Kampung Cikuya, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur mengatakan bahwa kejadian serupa sudah terjadidan menimpa mereka untuk kedua kalinya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kematian ikan jenis mas dan nila tersebut sudah terjadi semenjak dua hari yang lalu. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada diantara mereka yang bisa mengantisipasi kematian massal ikan tersebut.

"Ikan saya 100 ton yang mati, padahal modal tanam sekitar Rp 2 Miliar. Untuk meminimanilasi kerugian ya kita usahakan menjual ikan-ikan yang masih hidup, meski dengan harga yang murah. Ikannya juga masih kecil-kecil baru berusia dua bulan," terang Halim saat ditanyai oleh MPI.

Ada sebanyak 7 ton ikan yang diperkirakan masih hidup dan langsung dipanen dini oleh para petani KJA untuk menghindari kematian massal. Mereka mengaku langsung menjualnya ke bandar-bandar penampungan dengan harga ikan mas Rp. 24.000/kg. 

Padahal pada situasi normal, ikan-ikan tersebut akan laku dengan harga Rp. 20.000/kg.

Banyak petani yang belum tahu harus berbuat apa saat ini. Mereka masih memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan modal tanam mereka yang sampai Rp. 2 M. Padahal dengan modal tanam sebesar itu, mereka biasanya hanya untuk 800 juta, yakni sebesar 2.8 M.

"Kematian ikan di Waduk Jatiluhur tahun ini sangat besar, perkiraannya bisa ribuan ton. Bahkan ada KJA lain ruginya lebih besar dibanding saya karena modal yang ditanamkan juga jauh lebih besar," terang Halim menambahkan.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment