-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Kobar Pemuda Pada Era Pandemi dan UU Ciptaker


Oleh: Vitriah Hrp, Universitas Andalas 

Seruan.id- "Kami putra dan putri indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air indonesia

"Kami putra putri indonesła mengaku berbangsa satu, bangsa indonesła

"Kami putra putri indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa indonesia

92 tahun yang lalu Berawal dari inisiatif para cendikiawan Indonesia dan para pelajar Indonesia yaitu PPPI (Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia) yang mempunyai tekad yang sama yaitu ingin menyatukan seluruh organisasi pemuda yang ada di Indonesia, mengadakan pertemuan yang nantinya akan menghasilkan buah pikiran untuk mewujudkan Cita — Cita dan tekad yang ada pada diri mereka.Pertemuan yang diadakan para pemuda untuk membahas Cita — Cita mereka tersebut dinamakan Kongres Pemuda.

Sumpah pemuda, dicetuskan dałam kongres pemuda II pada 28 Oktober 1928. Namun dua tahun sebelumnya, seperti diungkap Sudiyo lewat buku Perhinłpunan Indonesia sanłpai dengan Lahirnya Sunłpah Penłuda (1989), telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tan oual 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar

Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers. Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi.

Tujuan Kongres Pemuda I, seperti dikutip dari buku Peranan Gedung Kramat Raya 106 dałam Melahirkan Sumpah Pemuda (1996) karya Mardanas Safwan, antara lain mencari jalan membina perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu dengan membentuk sebuah badan sentral dengan maksud:

Pertałna, untuk memajukan persatuan dan kebangsaan Indonesia, serta yang kedua adalah demi menguatkan hubungan antara sesama perkumpulan pemuda kebangsaan di tanah air.

Namun, Kongres Pemuda I diakhiri tanpa hasil yang memuaskan bagi semua pihak lantaran masih adanya perbedaan pandangan. Setelah iłu, digelar lagi beberapa pertemuan demi menemukan kesatuan pemikiran. Maka dari iłu, disepakati bahwa Kongres Pemuda II dilaksakan

Kongres Pemuda II dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia, Tujuan Kongres Pemuda II antara lain: Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia; serta Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

Kongres ini diikuti oleh lebih banyak peserta dali kongres pertama, termasuk

Perhimpunan Pelaj ar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java. Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon..

Tanpa Sumpah Pemuda, maka semangat persatuan Bangsa Indonesia tidak akan pernah terwujud. Meskipun Sumpah Pemuda bukanlah usaha pertama kali Bangsa Indonesia untuk mempersatukan keberanekaragamannya, tetapi Sumpah Pemuda tetap menjadi satu langkah penting Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Lantas, bagaimana makna sumpah pemuda di era pandemi dan polemik 1JU cipta kerja yang terjadi saat ini? Apakah sumpah pemuda hanya sebagai simbolik semata? Atau hanya dijadikan sebagai sarana untuk pansos dimedia sosial ?

Para pemuda pada masa pra kemerdekaan berikrar untuk mengusir penjajah meski harus mengorbankan nyawa. Dengan tujuan, a o ar mereka dapat hidup merdeka dan bisa menentukan masa depan mereka sendiri.

Namun pada tahun ini,8 Oktober 2020 para pemuda berikrar untuk bergabung bersama buruh dan elemen rakyat lainnya menentang peresmian omnibus law undang — undang cipta kerja. Mengapa? Karena mereka menganggap UU Cipta Kerja sebagai bentuk penjajahan baru.Meskipun pada pada masa pandemi, para pemuda tetap turun ke jalan untuk menyuarakan suara yang semestinya disampaikan dan didengarkan oleh pemerintah Para pemuda menentang beberapa pasal yang ada didalam undang — undang cipta kerja tersebut karna akan merugikan masyrakat seperti dalam hal pemenuhan hak,meskipun omnibus law merupakan solusi yang ditawarkan oleh DPR, Namun,” jika solusi tersebut lebih berdampak negatif mengapa tidak mencari solusi yang lebih berdampak positive (2020;Sherly Annavita)”

Pada era pandemi sekarang, banyak hal yang dilakukan secara virtual, seperti halnya proses belajar mengajar. Proses pembelajaran yang dulunya offline sekarang berpindah haluan menjadi online, namun hal tersebut sepatutnya tidak menjadl alasan bagi para pemuda indonesia untuk tidak melakukan apa — apa.Seharusnya dengan kegiatan yang dilakukan secara online tersebut dapat meningkatkan rasa ingin tahu para pemuda tentang materi pembeljaran yang diberikan oleh pengajar, dengan memanfaatkan media yang ada, dan menjadikan tantangan dan rintangan selama pandemi ini berlangsung sebagai pemacu seman uat.

Dalam hal kesehatan, para pemudajuga mempunyai peran yang cukup andil dalam hal tersebut ,seperti selalu menggukan masker jika bepergian, menjagajarak,rajin mencuci tangan dan membawa sanitizer ketika bepergian .Dengan menerapkan hal — hal tersebut para pemuda sudah memberikan contoh yang baik untuk dilihatkan oleh orang — orang disekitar.

Related Posts
egip satria eka putra
Suka mengoleksi buku dan menulis. Mengoleksinya saja, sedang membacanya tidak.

Related Posts

Post a Comment