-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

New York Times Sentil Indonesia Terkait Penanganan Corona dengan Beragam Misinformasi

Selama pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak informasi yang menggebohkan media Indonesia. Seperti contoh praktisi pengobatan tradisional Ningsih Tinampi yang mengklaim temukan obat corona yang dijual dengan harga Rp 35 ribu, Kementerian Pertanian (Kementan) yang menciptakan 'kalung anti corona', hingga yang terbaru Hadi Pranoto yang diwawancarai oleh Musisi Anji yang juga mengklaim temukan obat corona. 

Namun, siapa sangka ternyata media ternama asal Amerika Serikat New York Times (NYT) juga turut menyoroti informasi-informasi yang menghebohkan tersebut. 

Richard C. Paddock yang merupakan jurnalis NYT menyebutkan bahwa banyak metode-metode pengobatan keliru yang disebarkan oleh para influencer Indonesia. 

Beragam produk yang disebut oleh jurnalis NYT ini, mulai dari kalung antivirus, arak Bali hingga penggunaan niqab yang dapat menutupi sebagian wajah. Situasi itu diperparah dengan kelakuan beberapa individu yang menyebutkan diri mereka sebagai iinfluencer yang ikut menyebarluaskan informasi keliru tersebut sehingga tersebar luas di media sosial.

"Para influencers ini dan individu-individu yang menyebut diri mereka seolah-olah seperti ahli (di bidang kesehatan) menyebarkan metode pengobatan yang keliru di akun media sosialnya, termasuk soal rumor infrared dari thermogun yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak," demikian ditulis jurnalis NYT, Richard C. Paddock. 

Richard juga menyinggung langsung Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang mempromosikan 'kalung anti corona' buatan kementan ke publik yang sempat menghebohkan media Indonesia.

"Pria yang dulunya mantan gubernur itu dan mengantongi gelar doktor di bidang pendidikan, lalu menjelaskan ke publik bahwa dirinya adalah mantan peneliti. Dalam jumpa pers, ia mengatakan, hampir 80 persen warga yang menghirup kandungan di dalam kalung, ketika dites hasilnya akan negatif (COVID-19) lebih cepat dari yang diharapkan," demikian ditulis NYT. 
Related Posts

Related Posts

Post a Comment