-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

China Klaim Batik dari Negara China, Bagaimana Sejarah Batik Sebenarnya?

(Gambar: Tribunnews)

Video dari  Cina, Xinhua News @XHNews berdurasi 49 detik menyebut "batik adalah kerajinan tradisional yang umumnya dilakukan oleh etnis minoritas di Cina. dengan menggunakan lilin leleh dan alat serupa sepatula, orang-orang mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern," #amazingChina.

Unggahan ini menimbulkan perdebatan di media sosial. Unggahan tersebut langsung diserbu warganet Indonesia dengan beragam komentar. Tapi belum genap 24 jam, akun Twitter Xinhua mengklarifikasi twit sebelumnya dengan mengatakan batik berasal dari Indonesia, namun teknik pembuatannya mirip dengan kerajinan tradisional Cina dan bagian dunia lain.

The Batik Guild, sebuah kelompok kecil seniman batik berbasis di Inggris dan Irlandia yang dibentuk pada 1986, mengatakan batik adalah kerajinan menggunakan lilin dan pewarna yang telah dipraktikkan selama berabad-abad. The Batik Guild menyebut contoh awal batik terlacak di Asia Timur, Asia Tenga, Timur Tengah, dan India sejak 2000 tahun lalu. Namun, menurut The Batik Guild kerajinan ini kemungkinan menyebar dari Asia ke Nusantara melalui rute relevan.

The Batik Guild mencatat  sejak abad keenam Cina telah  memiliki sejarah panjang produksi batik. Sampai sekarang batik masih dilakukan oleh etnis minoritas di Provinsi Guizhou, di Barat Daya China. bahkan orang Miao merintang warna yang berbeda dari Cina Han.

melihat dari berbagai sejarah dan kegiatan membatik tersebut, apakah teknik merintamg warna dengan canthing (atau alat sejenisnya) dan lilin bisa disebut batik?

Widhyasmaramurti seorang Dosen Sastra Daerah untuk Sastra Jawa Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyatakan bahwa yang dimaksud batik itu adalah teknik perintang warna dengan menggunakan malam (lilin).

Terminologi batik secara spesifik berasal dari Bahasa Jawa. Michael Hitchcock dalam bukunya Indonesia Textile menyatakan jika terminologi batik muncul di era jawa Baru, karena kata bathuk tidak ditemukan di kamus jawa kuno. banyak informasi yang neyakini bahwa kata Bathik dari kata Mbaka Sethithik yang berarti tindakan yang dilakukan sedikit demi sedikit, baik amba nithik maupun membatik di bidnag kain yang lebar.

Jika menelusuri periode sastra, kosakata Batik muncul pada periode Jawa Baru (abad ke-17) dan mencapai puncak keemasaanya pada masa Batik Sudagaran (abad ke-20 an) dimana batik berkembang pesat di Indonesia, ungkap Widyasmaramurti.

widyasmaramurti juga mengungkapkan "kalau di lihat dari vidio (Xinhua) berbeda dai canthing Jawa, kalau di Cina itu bentuknya lebih pipih dan panjang. jadi ini lebih ke perbedaan alat saja, kalau teknik itu sama."

jika misalnya Cina mengatakan ini batik dari Guizhou dan Unan, kalau melihat teknik pembuatanya memang Cina lebih dulu dari batik di Nusantara. Tapi mereka memiliki terminoligi sendiri pada awalnya. Kini mereka menggunakan kata batik karena mungkin terminologi itu sudah mendunia dengan adanya pengakuan Batik sebagai warisan Budaya Bukan benda dari Indonesia (UNESCO), ujar Widyasmaramurti.

"Bisa disebut batik selama dilakukan dengan teknik perintang warna memakai malam (lilin). Bentuk iyu khas, yakni harus menggunakan canthing, cap, dan malam. di luar teknik tersebut, misalnya dengan printing atau sablon, tidak bisa disebut batik tetapi tekstil bermitif batik," ungkapnya.
Related Posts
Masriigirs
I'm a cancer woman, love most flowers... sport is a pleasure. like disign, especially interior design. can always eliminate mysadness with room decoration. Im a lover of music and coffee milk in the afternoon. a cancer woman who is always calm and smiles when sees a beatifull warm light at night. writeng and reading make me happy everyday. ( cancer woman : wanita berzodiak cancer ;) )

Related Posts

Post a Comment