-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Beasiswa Daerah Samosir: Ada Ketidakadilan dalam Sosialisasi dan Pengumuman terkait Beasiswa?

Oleh: Eko Saputra Sidabutar
Generasi Z Kabupaten Samosir

"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini"
~Malcolm X

Pendidikan merupakan variabel terpenting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia yang unggul. Namun, di samping itu pendidikan bukanlah barang yang murah. Untuk menempuh pendidikan yang tinggi dan berkualitas, dibutuhkan biaya yang tinggi juga.

Data menunjukkan bahwa jumlah sarjana di Indonesia hanya sekitar 8,79% dari total penduduk Indonesia, gelar master sebanyak 0,5% seperti dikutip dari seorang peneliti Center for Digital Society Treviliana Eka Putri.

Ironis bukan? 
Padahal di era Industri 4.0 pendidikan yang tinggi merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap orang agar tidak terlindas oleh pergerakan teknologi tersebut. Industri di masa ini sudah serba canggih. 

Dalam upaya peningkatan pendidikan masyarakat, pemerintah pusat maupun daerah menawarkan berbagai beasiswa untuk siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ketingkat selanjutnya, begitu juga mahasiswa yang berprestasi yang mau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi. 

Dari pemerintah pusat, sebut saja ada Bidikmisi, LPDP, PBSB, Beasiswa Unggulan, BUDI, dan lainnya. Beasiswa dari dari daerah juga ada yang biasa disebut sebagai beasiswa putra daerah. 

Nah, baru-baru ini heboh di media sosial sebuah video tentang seorang mahasiswa yang kecewa karena merasa diingkari oleh pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Samosir yang saat ini dipimpin oleh Rapidin Simbolon. Dia menilai pemerintah telah ingkar janji terkait pemberian beasiswa. Dia menyatakan kekecewaannya di depan salah satu kandidat calon Bupati Samosir Vandiko Gultom. 

“Saya kecewa, karena apa yang dijanjikan itu tidak ditepati, dengan alasan kami sudah mendapatkan Bidikmisi, yang nota bene Bidikmisi adalah untuk keluarga tidak mampu,
Sementara, banyak mahasiswa yang dianggap mampu mendapatkan bantuan beasiswa dari APBD Samosir,” ujar seorang mahasiswa asal Samosir Roma Sitanggang pada saat menghadiri kampanye Vandiko Gultom.

Namun di luar itu, saya ingin menyoroti terkait sosialisasi dan pengumuman terkait adanya beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Apakah memang sudah disosialisasikan secara merata ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Samosir atau hanya sekolah pilihan saja? Atau bahkan hanya diketahui oleh 'KERABAT' saja? 

Bila sosialisasi dilakukan hanya ke sekolah pilihan saja, tentu ini menyedihkan karena sekolah lain yang tidak kebagian informasi tentu akan merasa kecewa akan kenyataan itu. Mereka akan merasa di anak tiri kan oleh pemerintah kabupaten. 

Apabila memang beasiswa ini ada dan biaya nya diambil APBD Kabupaten Samosir, saya (penulis) menduga sosialisasi dan informasi terkait beasiswa itu hanya diberikan kepada sekolah pilihan dan/atau 'KERABAT' saja. 

Saya memiliki landasan dari pernyataan saya karena saya sendiri seorang yang aktif mencari informasi beasiswa termasuk beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Ketika saya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA), tidak ada sedikitpun informasi terkait beasiswa dari Kabupaten Samosir.

Begitu juga ketika saya kuliah, tidak ada menemukan sedikitpun pengumuman baik online maupun offline terkait adanya program beasiswa dari Kabupaten Samosir selama saya menduduki bangku perkuliahan hingga wisuda pada tahun 2019.

Jadi ya sah-sah saja ketika ada dugaan ketidakadilan dalam penyampaian informasi beasiswa daerah dari Kabupaten Samosir selama ini.

Oleh sebab itu, Vandiko Gultom dalam hal ini sebagai kandidat calon Bupati Samosir menghembuskan angin segar bagi para anak muda pencari beasiswa seperti penulis. Pasalnya, dia menjanjikan program beasiswa hingga jenjang S3 untuk mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3.

Menurut saya ada visi pengembangan Sumber Daya Manusia unggul ketika dia (Vandiko) juga turut menjanjikan BPJS gratis bagi masyarakat Samosir. Karena, variabel terpenting dari pengembangan SDM adalah pendidikan dan kesehatan. 
_________________________________________
Opini berlanjut seiring perkembangan dinamika politik di Kabupaten Samosir

Oh ya, kalau Vandiko menang, semoga penulis bisa dapat Beasiswa yang dijanjikan ya, 
Soalnya, penulis sendiri lulus dari universitas akreditasi A dengan predikat Cum Laude (IPK 3.60 dari skala 4.00) 😄
Related Posts

Related Posts

Post a Comment