-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Pertamina Klarifikasi Mengenai Toilet di SPBU Dijadikan Ajang Pungli, Sekali Kencing Bayar Rp 2 Ribu

Pertamina Klarifikasi Mengenai Toilet di SPBU Dijadikan Ajang Pungli, Sekali Kencing Bayar Rp 2 Ribu

Seruan.id - Sedang ramai dibicarakan di media sosial mengenai toilet SPBU yang dijadikan sebagai tempat pungutan liar (pungli), dimana setiap pelanggan yang berkunjung dan menggunakan toilet harus bayar Rp. 2.000.

Netizen berpendapat jika pungutan sebesar Rp. 2.000 untuk buang air kecil tersebut terlalu besar dan dapat membuat SPBU mengeruk keuntungan lebih besar. Terlebih uang yang dibayarkan tersebut bukanlah uang sukarela yang diberikan oleh pelanggan.

"Kita bicara pungli Rp. 2.000 di toilet SPBU kok malah loe bilang sedekah ikhlas 2000, loe masih waras kan. Gawat bro...!!! Katanya pembayaran 2000 di toilet SPBU secara sukarela. Tapi ketika saya gak bayar, tiba-tiba kasir toilet SPBU memanggil saya. Pak... Bapak belum bayar 2000. Apa ini yang dikatakan sukarela," terang salah seorang netizen membagikannya di sosial media.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina akhirnya buka suara dan memberi kejelasan. Unit Manager Communication Relations dan CSR MOR III PT Pertamina Eko Kristiawan mengatakan jika membayar uang setelah kencing di SPBU memang sifatnya sukarela.

"Di SPBU default-nya toilet tidak bayar dan sifatnya sukarela," terang Eko memberi keterangan saat ditanyai pendapatnya.

Ia menjelaskan jika pengguna SPBU membayar, hal tersebut merupakan hal yang bagus, namun jika tidak membayar juga tidak menjadi hal yang perlu diperdebatkan. Tapi Eko juga tidak lupa mengatakan jika ada juga toilet yang berbayar di SPBU, yakni toilet eksklusif.

"Namun demikian toilet yang free (gratis) masih disediakan," terangnya.

Ia mengatakan jika memang ada pengelola SPBU yang memasang tarif di toilet, itu merupakan untuk fasilitas kebersihan saja.

"Iya, untuk kebersihan saja," tegasnya.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment