-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Langka! Pria Asal Sulsel Ini Dilamar Oleh Keluarga Perempuan dengan 500 Juta dan Dua Ekor Sapi

Langka! Pria Asal Sulsel Ini Dilamar Oleh Keluarga Perempuan dengan 500 Juta dan Dua Ekor Sapi

Seruan.id - Video keluarga perempuan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tengah melamar calon pengantin laki-laki viral di media sosial.

Video prosesi mappetuada atau melamar dalam tradisi Bugis itu dibagikan oleh akun Facebook Nursheaty Tanty.

Diketahui nama asli dari akun Facebook Nursheaty Tanty itu yakni Nursiati.

Ia merupakan tante dari calon mempelai laki-laki.

Acara mappettuada di rumah laki-Laki. Laki-laki dilamar sama perempuan dengan uang panaik sebanyak Rp 500.000.000, 2 ekor sapi, 300 rak telur, dll masih banyak panaiknya,"tulis Nursiati dalam postingan videonya.

Dalam video yang viral itu, kedua keluarga sudah berkumpul.

Prosesi lamaran ini melibatkan dua keluarga yaitu keluarga Hj Mira dari pihak mempelai perempuan.

Ia merupakan warga Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang.

Sementara keluarga calon mempelai laki-laki yaitu keluarga Hj Diana warga Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang

Proses lamaran tersebut pun dilakukan di rumah mempelai laki-laki.

Tampak dari video yang beredar, Hj Mira yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan Hj Diana yang mengenakan baju berwarna biru tengah duduk berdampingan.

Tampak pula seorang laki-laki yang bertindak sebagai MC membuka acara lamaran tersebut.

Belakangan diketahui, MC tersebut merupakan anggota DPRD Pinrang yang bernama Syariansyah.

"Acara lamaran yang dihelat pada Senin, 22 November 2021 ini yakni dari kedua keluarga Hj. Mirah dan Hj. Diana," ujar Sariansa dalam video tersebut.

Sariansa kemudian membacakan jumlah uang panaik yang disepakati kedua keluarga.

"Kesepakatan dalam acara mappetuada ini yakni uang sebesar 500 juta, gula pasir 5 sak, terigu 5 sak, telur 200 gram, dan bumbu makanan dan juga kue serta lainnya," bebernya.

Saat membacakan uang panaik, tampak seluruh keluarga bersorak riang.

Beberapa kerabat juga menyuruh Sariansa untuk membaca ulang kesepakatan uang panaik tersebut.
Related Posts
egip satria eka putra
Suka mengoleksi buku dan menulis. Mengoleksinya saja, sedang membacanya tidak.

Related Posts

Post a Comment