-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Makin Hari Utang Luar Negeri Indonesia Makin Melambung, Kini Sentuh Angka Rp6.000 Triliun

Makin Hari Utang Luar Negeri Indonesia Makin Melambung, Kini Sentuh Angka Rp6.000 Triliun

Seruan.id - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sepertinya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terbukti tahun ini tumbuh sebesar 2,7 persen jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal tersebut pun kini membuat utang luar negeri Indonesia mencapai angka 423,5 miliar AS atau setara dengan Rp. 5,995 triliun (kurs Rp. 14.155 per dolar AS) setidaknya hingga akhir Agustus 2021 lalu.

"Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar 423, miliar dolar AS atau tumbuh 2,7 (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen (yoy)," tulis Bank Indonesia (BI).

Dari penjelasan yang diberikan, pertumbuhan ULN Indonesia disebabkan oleh peningkatan yang terjadi pada ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral). Diketahui posisi ULN pemerintah per Agustus 2021 sebesar 207,5 milar dolar AS atau tumbuh 3,7 persen (yoy), hal tersebut sedikit meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yakni 3,5 persen (yoy).

Selain itu ULN tersebut juga disebabkan oleh masuknya arus modal investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring dengan berkembangnya sentimen posistif kinerja pengelolaan SBN domestik.

Disisi lain, posisi ULN Pemerintah dalam bentuk pinjaman tercatat mengalami penurunan seiring dengan pelunasan pinjaman yang dilakukan sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk mengelola ULN.

Untuk menangani hak tersebut, pemerintah akan terus berkomitmen mengelola ULN Pemerintah dengan hati-hati, kredibel, dan akuntabel demi mendukung belanja prioritas, seperti sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, hingga jaminan sosial wajib (17,8 persen dari total ULN Pemerintah), termasuk juga sektor kesehatan dan kegiatan sosial (17,2 persen), sektor pendidikan (16,4 persen), sektor kontruksi (15,4 persen), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,5 persen).

"Posisi ULN Pemerintah aman karena hampir seluruh ULN memiliki tenor tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN Pemerintah," tulis BI memberi keterangan.

Bergeser ke arah ULN Bank Sentral yang mana mengalami peningkatan meski tidak menimbulkan tambahan beban bunga utang. Per Agustus 2021, posisi ULN Bank Sentral mengalami peningkatan sebesar 6,3 miliar dolar AS menjadi 9,2 miliar dolar AS.

Peningkatan tersebut merupakan alokasi dari Spesial Drawing Right (SDR) yang didistribusikan oleh IMF pada Agustus 2021 kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia yang dibagi secara secara proporsional sesuai dengan kuota masing-masing.

Adapun tujuannya adalah untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, membangun kepercayaan pelaku ekonomi, hingga memperkuat cadangan devisa global untuk jangka waktu yang panjang.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment