-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Wakil Presiden RI, Mentri Agama Bersama Ormas Islam Sepakat Jadikan Masjid Literasi Covid

Sumber: Suara.com

Wakil Presiden RI, Mentri Agama Bersama Ormas Islam Sepakat Jadikan Masjid Literasi Covid 

Seruan.id - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menyampaikan penegasan sikap terkait gerakan bersama penanggulangan Covid-19.

Salah satu dari penegasan sikap yang mereka ambil tersebut yakni terkait keberadaan dan fungsi masjid selama masa pandemi Covid-19 ini. Hamdan Zoelva yang bertanggungjawab sebagai Ketua Syarikat Islam-lah yang membacakan sikap tersebut, mengatakan bahwa fungsi masjid adalah sebagai tempat ibadah mahdhah, pusat syiar (lantunan adzan, ayat suci, dan lain-lain), dan konsolidasi sosial di masa pandemi ini tetap dapat dijalankan.

"Sepanjang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan, yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan pihak berwenang setempat," ucap Hamdan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, pada Minggu (18/7).

Tidak hanya itu, Hamdan juga mengatakan bahwa masjid agar diperankan dalam penggalangan bantuan sosial untuk menolong pasien positif Covid-19. Masjid juga dapat menjadi sarana untuk mengumumkan informasi penting terkait Covid.

"Serta tempat sosialisasi dan literasi informasi terkini terkait pandemi," lanjutnya.

Sikap lainnya yang dibacakan yakni, para pimpinan MUI beserta ormas Islam juga bertekad dan berkomitmen akan bersama-sama dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya secara bersama-sama oleh semua komponen bangsa tanpa terkecuali dengan disiplin melakukan ikhtiar terbaik.

Selanjutnya, hal lain yang juga disepakati adalah bahwa penanggulangan Covid-19 merupakan upaya untuk menjaga keselamatan jiwa setiap masyarakat yangmana harus diutamakan dan didahulukan. Setiap upaya yang dilakukan harus difokuskan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Termasuk pemberlakuan situasi dan kondisi darurat melalui PPKM, hingga pandemi Covid-19 dapat tertanggulangi dan terkendali," tutur Hamdan.

Berikutnya, mereka juga menyatakan, dalam menjalankan ibadah dan syiar agama, umat Islam harus tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut mereka juga, pelaksanaan ibadah dan syiar agama yang berpotensi menjadi mata rantai penularan Covid-19, hal tersebut bisa dilihat dari terjadinya kerumunan, maka dari itu hal tersebut harus dihindarkan serta ditiadakan dan dilakukan dengan menggunakan rukhshah atau cara lebih ringan, sebagaimana diajarkan oleh syariat Islam dan dilaksanakan di rumah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Hamdan juga menambahkan, pelaksanaan Iduladha yangmana akan jatuh pada Selasa (20/7) juga harus tetap mempertimbangkan kondisi di kawasan masing-masing dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. Mengingat kondisi saat ini, khususnya pada daerah Jawa dan Bali, serta sejumlah daerah lainnya masih melaksanakan PPKM Darurat.

"Pelaksanaan ibadah dan syiar Iduladha, seperti shalat Ied dan takbir, diselenggarakan di rumah masing-masing. Sedang pemotongan dan pembagian hewan kurban dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan," Ucap Hamdan.

"Pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di rumah potong hewan dan/atau tempat lain yang aman, serta untuk pembagian daging dapat dilakukan dengan diantar ke rumah penerimanya," ujar Hamdan menambahkan.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment