-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Tempat-Tempat Paling Ekstrim yang Ditinggali Manusia, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Tempat-Tempat Paling Ekstrim yang Ditinggali Manusia, Salah Satunya Ada di Indonesia!

Seruan.id - Sebagai mahluk yang  dianugrahi kemampuan paling mampu beradaptasi di muka bumi, manusia tiada hentinya terus menciptakan sesuai agar bisa dinikmati, termasuk termpat tinggal dengan kondisi ekstrem sekalipun untuk mampu bertahan hidup.

Nah oleh karena itu, pada topik kali ini akan dibahas mengenai beberapa tempat tinggal manusia paling ekstrem di muka bumi. Apakah salah satunya ada yang berasal dari Indonesia? Yuk simak hingga selesai!

The Hanging Monastery, Tiongkok

Dengan melihat gambar dan bentuk Biara di atas saja, tentu kita sudah dapat membayangkan bagaimana harus mejalani hidup untuk tinggal disana. Biara ini diketahui dibangun di tebing Gunung Heng yang dianggap suci pada tahun 491 M.

Arsitekturnya merupakan perpaduan antara  Budha, Tao, dan juga Konghucu. Sejumlah aula dibangun di sepanjang tebing yang sangat curam dan dijadikan sebagai dinding belakang Biara. Sejak tahun 1982, Biara ini telah dilindungi sebagai monumen nasional Tiongkok.

Biara Meteora, Yunani

Meski berlokasi di tebing yang curam, Biara ini malah mendapat keuntungan dari hal tersebut. Dimana Biara menjadi mendapatkan keamanan yang sangat terjamin oleh karena kondisi tersebut. 

Jika ditilik dari peradaban sejaran, terdapat sebanyak 24 Biara yang dibangun di tebing yang curam. Namun akibat bertambahnya wktu secara terus-menerus membuat Biara-Biara tersebut berubah menjadi reruntuhan.

Dan kini hanya tersisa enam biara, dimana empat diantaranya merupakan Biara untuk laki-laki dn dua untuk perempuan.

Kalapana, Hawai

Tepat pada tahun 1986, Kota Kalapana berubah menjadi kota hantu akibat aliran lahar dari gunung berapi. Terlihat jelas seperti pada gambar di atas, dimana seluruh akses menuju kota ini telah ditutupi oleh lahar panas yang terus mengalir.

Namun walau demikian, beberapa orang masih memutuskan untuk tetap tinggal disana dan pada tahun 2010 dicatatkan bahwa sebanyak 35 rumah masih tersisa dan masih ditempati disana.

Rumah Pohon Korowai, Indonesia

Untuk menghindari ancaman dari suku lain dan ancaman lain dari alam yang setiap saat dapat menyerang Suku Korowai, mereka membangun rumah pohon  di dataran yang tinggi. 

Korowai merupakan orang-orang yang tinggal di Papua Barat bagian Tenggara. Mereka terkenal dengan kebiasaan mereka membangun rumah pohon hingga mencapai 50 meter bahkan lebih.

Santos, Brazil

Jika dilihat sekilas, gambar di atas memang terlihat baik-baik saja sama seperti gedung-gedung tinggi pada umumnya di kota-kota besar. Namun dibalik gambar tersebut tersimpan ketakutan akibat bangunan-bangunan disana yang goyah akibat sulitnya membangun pondasi.

Walau demikian, terlepas dari fakta bahwa bangunan-bangunan disana goyang bak menari, para penyewa pemberani masih tetap memilih untuk bertahan hidup disana.

Castelfollit de la Roca, Spanyol

Castelfollit de la Roca merupakan sebuah desa kecil di Provinsi Girona, Spanyol. Desa ini terletak di atas batu karang yang sudah terbentuk dari ribuan tahun yang lalu oleh lahar yang keras. 

Desa ini berada diketinggian 50 meter di tebing basal dan membentang sejauh satu kilometer. Di desa ini terdapat sekitar 1.000 jiwa populasinya.

Solvay Hut, Swis

Berada di pegunungan dan terletak di ketinggian 4.003 meter di atas permukaan laut pada rute menuju Matterhom membuat pondok ini terlihat sangat ekstrem untuk ditinggali.

Di dalam pondok ini terdapat 10 tempat tidur dan telepon radia. Kita tidak akan menemukan makan disana karena memang gubuk ini hanya akan digunakan jika terjadi kondisi darurat seperti cuara buruk.

Kastil Lichtenstein, Jerman

Kastil ini terletak pada ketinggian 817 meter dari permukaan tanah. Dibagian samping kastil terdapat reruntuhan benteng  abad pertengahan yang dibangun pada tahun 1150-1200 SM dan hancur pada akhir abad ke-14.

Kastil ini menyimpan koleksi senjata sejarah dan baju besi, serta terbuka untuk pengunjung yang ingin belajar dan megetahui sejarah kastil ini.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment