-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Sepeda Tua dan Bagaimana Kisahnya Bisa Tertancap di Batang Pohon, Simak Disini!

Sepeda Tua dan Bagaimana Kisahnya Bisa Tertancap di Batang Pohon, Simak Disini!

Seruan.id - Sebuah gambar tak lazim yang viral di media sosial ini memang pantas untuk diperbincangkan oleh siapa pun yang melihatnya baik sengaja maupun tidak sengaja. Bagaimana tidak? Tentu siapa pun yang melihat gambar tersebut akan bertanya-tanya "bagaimana bisa?"

Banyak cerita dan berita beredar yang telah membahas kisah mengenai sepeda tua yang tertancap di batang pohon tersebut. Salah satu cerita mengatakan bahwa pemilik sepeda tersebut tidak mengambil sepedanya karena ia pergi berperang dan tidak kembali karena ia gugur di medan perang.

Sepeda tersebut pun dirantai di pohon untuk mengenang jasa pria pemberani tersebut dan tentu banyak sekali orang-orang yang mempercayai kisah tersebut.

Disisi lain, ada cerita unik tentang sepeda tersebut yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Dari penelusuran yang dilakukan ternyata sepeda tersebut adalah milik seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.

Bocah tersebut diketahui bernama Don Puz yang kini telah menjadi seorang pensiunan Deputi Sheriff King Country.

Dulunya Don kecil tinggal di King Country, ia dan keluarganya kerap mendapat donasi dulunya. Ia tinggal bersama dengan empat orang saudaranya dan seorang ibu yang membesarkan mereka sendirian.

Suatu hari Don mendapatkan sebuah donasi berupa sepeda, namun ia tidak terlalu menyukai sepeda tersebut walau sangat cocok untuk dirinya.

"Aku tak pernah menyukai sepeda itu, karena mirip seperti sepeda roda tiga, hanya saja dengan dua roda. Sepeda itu punya ban karet yang keras dan setang kecil yang kurus," ujar Don saat diwawancarai.

Dalam ceritanya, Don mengatakan bahwa ia dan keluarganya sempat pindah ke Vashon Island, Washington dan ia sangat menyukai tempat baru tersebut untuk bermain.

Pada pertengahan tahun 1950, Don menceritakan bahwa saat itu ia sangat asik bermain di sebuah rawa sampai-sampai ia lupa membawa pulang sepedanya.

Pada tahun 1955, Don menceritakan bahwa dirinya kembali ke tempat ia bermain tersebut dan menemukan bahwa sepedanya sudah tertancap sebuah batang pohon.

"Kalimat pertama yang keluar dari mulutku adalah 'itu sepedaku'," ujar Don tidak sangka akan kejadia unik tersebut.

Hingga kini masih banyak orang-orang yang bertanya kenapa sepeda tersebut bisa tertancap di batang pohon tersebut. 

Menurut Professor Elizabeth Van Volkenburgh dari Universitas Washington Departemen Biologi, ia mengatakan bahwa sepeda tersebut sangatlah berat bagi sebuah pohon muda yang sedang bertumbuh.

Ada kemungkinan besar ketika pohon tersebut semakin tumbuh dan besar, lama-kelamaan sepeda tersebut semakin menggantung pada dahan pohon tersebut.

Kini sepeda tua dan pohon tersebut pun menjadi tempat wisata. Para warga setempat ikut serta melestarikan sepeda tua dan pohon tersebut, mereka juga memperbaiki bagian sepeda yang hilang akibat termakan waktu.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment