Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU

Dari Sekian Banyaknya Suku, Siapakah Penduduk Asli/Pribumi Indonesia? Simak Disini!

Picture by IDN Times

Dari Sekian Banyaknya Suku, Siapakah Penduduk Asli/Pribumi Indonesia? Simak Disini!

Seruan.id - Dari dulu hingga sekarang, pertanyaan ini masih menjadi misteri bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selalu ramai dipebincangkan, diperdebatkan tentang siapa sebenarnya penduduk asli / peribumi Indonesia?

Tidak sedikit pihak yang menyatakan bahwa suku merekalah yang menjadi suku asli di Indonesia atau yang dari dulu dikenal dengan nama Nusantara ini.

Perdebatan ini memang tidaklah mudah, mengingat hingga saat ini belum ada teori yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan siapa sebenarnya yang menjadi penduduk pribumi Nusantara.

Terlebih banyak sekali teori yang dianggap sama-sama memberikan alasan dan penjelasan yang kuat akan semakin membuat orang-orang kebingungan. 

Wilayah Indonesia, yang dulu disebut dengan Nusantara ini diakui dulunya merupakan wilayah kosong tak berpenghuni. Diyakini, nenek moyang Indonesia adalah bansa pendatang yang berasal dari wilayah Asia yang bermigrasi ke wilayah Nusantara.

Perlu diketahui untuk menghindari perdebatan berlebih, meskipun kita berbeda suku, bahasa, dan warna kulit, pada dasarnya kita berasal dari leluhur yang serumpum.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simaks 3 teori tentang asal-usul bangsa Indonesia dibawah berikut ini:

1. Teori Kebudayaan Austronesia

Pada mata pelajaran di sekolah, tentunya kita disuguhkan dengan mata pelajaran yang menyatakan bahwa asal-usul bangsa Indonesia adalah berasal dari Yunna.

Seperti kita ketahui, Yunnan ini adalah sebuah Provinsi di Tiongkok degan penduduk suku-suku kecil Tionghoa. Letak Yunnan berbatasan dengn Vietnam, Laos, dan Myanmar.

Teori ini dikemukaan oleh ahli prasejarah, arkeolog dan etnolog dari Wina, Austria, Robert Barror Von Heine Geldern.

Robert Barror Von Heine Geldern mengkaji teori ini berdasarka kemiripan kebudayaan megalitik masyarakat di wilayah Yunnan dengan kebudayaan megalitik di wilayah Asia Tenggara dan beberapa wilayah bagian Pasifik atau yang lebih dikenal dengan kebudayaan Austronesia.

Dari hal tersebut, ia menyimpulkan bahwa pada masa lampau ada sebuah bangsa yang bermigrasi dari Asia bagian Utara menuju Asia bagian Selatan dan mereka menyebar, lalu mendiami pulau-pulau di Taiwan, Selandia Baru, hingga Madagaskar.

Migrasi ini diyakini dilakukan secara bergelombang dari tahun 2000 SM hingga 200 SM.

2. Teori Linguistik

Teori ini mengkasji berdasarkan kesamaan bahasa atau yang dikenal dengan ilmu linguistik. Para ahli linguistik melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa yang digunakan oleh suku-suku yang ada di Nusantara.

Penelitian tersebut menghasilkan kajian bahwa suku-suku yang ada di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumpun Austronesia yang berasal dari Formosa, Taiwan.

Dahulu kala Bangsa Asutronesia di Formosa, Taiwan, sudah ada sejak tahun 4000 SM, kemudian mereka melakukan migrasi dan menyebar ke Filipina, Indonesia, Madagaskar, hingga Selandia Baru.

Namun, diyakini etnis yang mendiami pulau-pulau di Formosa (Taiwan) itu sendiri dulunya bukanlah penduduk asli, mereka berasal dari daratan Tiongkok.

Migrasi nenek moyang ini dari Taiwan terjadi sekitar 4500 hingga 3000 SM. Gelombang awal tiba terlebih dahulu di Filipina bagian Utara dan kemudia gelombang berikutnya menyebar ke berbagai wilayah lain.

Selanjutnya pada 3000 SM hingga 2000 SM merea sudah menyebar ke Kalimantan, Sulawesi, Malaysia, Sumatera, Jawa, dan tempat-tempat lainnya.

3. Teori Genetika

Teori ini dikaji berdasarkan kesamaan genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom sebagai sampel. Hal tersebutkan pun cenderung lebih cocok dengan pola genetika etnis Taiwan.

Teori ini pun memperkuat teori linguistik yang sebelumnya menyatakan bahwa nenek moyang kita berasal dari Formosa (Taiwan).

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Masukkan kode iklan matched content di sini.

Post a Comment