-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Viral Video yang Diduga Para ABK Tengah Menyanyikan Lagu 'Sampai Jumpa' di Kapal Selam Nanggala 402

Viral Video yang Diduga Para ABK Tengah Menyanyikan Lagu 'Sampai Jumpa' di Kapal Selam Nanggala 402

Seruan.id - Viral sebuah video yang memperlihatkan ABK Kapal Selam Nanggala 402 tengah menyanyikan lagu Sampai Jumpa yang dipopulerkan oleh Endank Soekamti. Pada video yang beredar tersebut, awak KRI Nanggala 402 terlihat bernyanyi bersama di dalam kapal selam.

Dari video berdurasi 22 detik tersebut memperlihatkan kekompakan dari para awak KRI Nanggala 402. Para ABK Kapal Selam Nanggala 402 itu terlihat sedang menyanyi bersama dengan diiringi alat musik gitar.

Pada video tersebut para ABK Nanggala 402 tampak mengenakan seragam lengkap serba hitam. Di kepala mereka juga terpasang baret warna hitam. Pada bagian kanan bawah video tersebut, tertulis KRI Naggala 402.

Lokasi dari pengambilan video tersebut diduga didalam sebuah kapal selam Nanggala 402. Hal tersebut diperkuat dari latar belakang video tersebut di mana banyak komponen yang diduga merupakan kabin KRI Nanggala.

Hingga berita ini naik, belum ada penjelasan lebih lanjut dari aparat TNI terkait video tersebut.

Tenggelam di Palung Berarus Kencang

Sebelumnya diberitakan Kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinyatakan tenggelam di perairan Bali, tepatnya di palung yang berarus kencang.

Informasi dari Marsekal Hadi Tjahjanto seorang Panglima TNI menyebut kapal selam tersebut membawa 53 prajurit TNI AL itu tenggelam. Pernyataan ini berdasarkan pada ditemukannya bukti autentik dari temuan tumpahan minyak dan serpihan.

Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,” kata Hadi dalam konferensi pers di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Dan hingga empat hari ini, TNI dibantu seluruh instansi terkait dan armada militer negara sahabat mencari KRI Nanggala-402.

Bisa Bertahan 5 Hari

Hingga Sabtu dini hari kemarin (24/4/2021) adalah batas akhir dari ketersediaan oksigen pada kapal selam itu jika tidak terjadi blackout atau listrik mati. 

TNI AL bersama Polri, Basarnas, KNKT dan BPBD, serta aset-aset negara sahabat, seperti Australia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, telah berupaya dan semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan KRI Nanggala. Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir life support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam,” jelas Hadi.

Berdasarkan penuturan dari Kelompok Ahli Gubernur Bali Bidang Kelautan dan Perikanan, I Ketut Sudiarta, lokasi dari tenggelamnya KRI Nanggala-402 yang berada di laut utara Bali merupakan wilayah transisi.

Wilayah Transisi tersebut maksudnya adalah antara Paparan Sunda yang dangkal dengan Paparan Sahul yang dalam.

Laut utara Bali itu termasuk kategori palung laut, yang disebut sebagai palung laut Bali-Flores. Itu kan menyambung sampai ke laut Flores, merupakan laut yang dalam,” kata I Ketut Sudiarta.

Sudiarta juga menjelaskan laut dekat Selat Lombok kedalamannya hingga mencapai 1,3 kilometer.

Sementara itu, laut di sekitar Celukan Bawang kedalamannya sekitar 700 meter. Karena itu, semakin ke timur, laut tersebut semakin dalam dan masuk kategori palung laut.

Akademisi Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian UniversitasWarmadewa ini juga menjelaskan bahwa arus di laut utara Bali memang termasuk yang mendapat arus global, sehingga relatif kuat dan memutar. Arus kuat itu karena adanya angin global ke Selat Makassar.

Arus besar dunia ini dari Pasifik masuk ke Selat Makassar, terus ke selatan ke Selat Lombok. Nanti masuk dia ke Samudra Hindia. Nah, sebagai sekitar 10-20 persen dia (arusnya) bawa ke timur, tapi nanti dia memutar lagi. Tapi masuk lagi dia (arus) ke Selat Lombok,” tuturnya.

Namun dari semua hal itu, ada harapan adanya cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala-402 dapat bertahan dalam waktu lima hari jika tidak terjadi blackout di kapal selam tersebut. Blackout sendiri adalah mati listrik di dalam kapal.

Kemarin saya sampaikan 72 jam itu ketika kapal blackout. Tapi ketika kapal ini tidak blackout atau memiliki kelistrikan, ini bisa sampai lima hari,” kata KSAL Laksamana Yudo Margono.

Hingga saat ini nasib ABK Kapal Selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali belum juga diketahui. Semoga ada keajaiban, sehingga para awak Nanggala 402 dapat kembali dengan selamat. (one/pojoksatu)

Related Posts

Related Posts

Post a Comment