-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Yuk Ketahui Panic Attack dan Penanganan Terbaiknya

 

Pernahkah kalian sebelumnya mendengar Panic attack atau serangan panik. Belakangan banyak artis dan kalangan selebritis mengakui bahwa dirinya punya panic attack. Sebenarnya apa sih panic attack itu dan cara mengatasinya ?

Serangan panik (panic attack) adalah munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan secara tiba-tiba. Kondisi yang juga disebut dengan serangan kegelisahan ini ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas menjadi pendek, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetar. Serangan panik dapat berlangsung selama beberapa menit atau hingga setengah jam.

Serangan panik bisa dialami sesekali dalam hidup, yang biasanya menghilang saat keadaan atau situasi pemicunya berakhir. Namun, jika serangan panik terjadi secara berulang dan untuk jangka waktu yang lama, maka kondisi ini disebut gangguan panik.

Gejala Serangan Panik

Berikut ini adalah beberapa gejala yang menyertai serangan panik:

  1. Berkeringat secara berlebihan
  2. Merasa gelisah atau berpikir secara irasional
  3. Mulut terasa kering
  4. Otot menjadi tegang
  5. Merasa sangat takut
  6. Gemetar
  7. Sesak napas
  8. Detak jantung meningkat
  9. Kram perut
  10. Nyeri dada
  11. Mual
  12. Pusing atau pingsan

Serangan panik dapat berlangsung selama 5 hingga 10 menit, namun bisa juga terjadi secara berkesinambungan dalam waktu dua jam. Pasca serangan panik, penderita akan mengalami kelelahan. Selain itu, kondisi ini juga menyisakan rasa takut akan terjadinya serangan kembali hingga membuat penderitanya menghindar dari situasi yang dapat memicu serangan panik.

Penyebab Serangan Panik

Saat seseorang mengalami serangan panik, otak memerintahkan sistem saraf untuk menimbulkan respons melawan atau menghindar. Tubuh kemudian akan menghasilkan zat kimia yang disebut adrenalin, yang memicu peningkatan detak jantung, frekuensi napas, dan aliran darah ke otot. Kondisi tersebut sebenarnya muncul dalam rangka mempersiapkan tubuh untuk melawan atau menghindar dari situasi tertekan.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan panik:

  1. Stres.
  2. Perubahan suasana secara tiba-tiba, misalnya masuk ke lingkungan yang ramai dan penuh sesak.
  3. Faktor genetik atau memiliki keluarga dengan riwayat serangan panik.
  4. Mengalami trauma atau pengalaman yang membuat diri sangat tertekan.
  5. Konsumsi kafein, alkohol, dan NAPZA.
  6. Kondisi yang membuat penderita cemas dan tidak nyaman, misalnya saat menonton film horor atau mengalami turbulensi di atas pesawat.

Penanganan

Sejauh ini secara medis, ada beberapa cara ampuh yang sejatinya dapat mengatasi serangan panik, yaitu:

1.      Memahami Gejala

Perawatan pengobatan dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi serangan panik dan mengembalikan kualitas kehidupan sehari-hari. Pilihan perawatan utama adalah psikoterapi dan obat-obatan. Satu atau kedua jenis perawatan dapat direkomendasikan yang tergantung pada preferensi, riwayat, tingkat keparahan gangguan panik, dan apakah kamu memiliki akses ke terapis yang memiliki pelatihan khusus dalam mengobati gangguan panik.

2.      Psikoterapi

Psikoterapi juga disebut terapi bicara dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama yang efektif untuk serangan panik dan gangguan panik. Selain itu, belajar cara mengatasi kedua hal itu.

Suatu bentuk psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif dapat membantu pengidap belajar melalui pengalamannya sendiri bahwa gejala panik tidak berbahaya. Terapis akan membantu secara bertahap menciptakan kembali gejala serangan panik dengan cara yang aman dan berulang. Begitu sensasi fisik kepanikan tidak lagi terasa mengancam, serangan-serangan mulai terselesaikan. Perawatan ini sejatinya dapat berhasil membantu seseorang dalam mengatasi ketakutan akan situasi yang seringkali dihindari karena serangan panik.

3.      Obat-Obatan

Obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala yang terkait dengan serangan panik serta depresi jika itu merupakan pokok masalah bagi si pengidap. Beberapa jenis obat telah terbukti efektif dalam mengelola gejala serangan panik, termasuk:

Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Umumnya, aman dengan risiko rendah efek samping yang serius, antidepresan SSRI biasanya direkomendasikan sebagai obat pilihan pertama untuk mengobati serangan panik.

SSRI yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan gangguan panik termasuk fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Pexeva) dan sertraline (Zoloft). Inhibitor reuptake serotonin norepinefrin (SNRI). Obat-obat ini adalah kelas antidepresan lain. SNRI venlafaxine (Effexor XR) disetujui oleh FDA untuk pengobatan gangguan panik.

Benzodiazepin sendiri adalah obat penenang depresan sistem saraf pusat. Benzodiazepin yang disetujui oleh FDA untuk pengobatan gangguan panik termasuk alprazolam (Xanax) dan clonazepam (Klonopin). Benzodiazepin umumnya digunakan hanya dalam jangka pendek, karena dapat membentuk kebiasaan yang menyebabkan ketergantungan mental atau fisik.

Namun, obat-obatan ini bukan pilihan yang baik jika kamu memiliki masalah dengan alkohol atau penggunaan narkoba. Sebab, jenis obat-obatan yang diuraikan di atas juga bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Sebenarnya, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga berperan aktif dalam rangka mengatasi serangan panik dan pemulihan psikologi. (Sumber: Halodoc dan Alodocter)

Related Posts

Related Posts

Post a Comment