-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Alasan Mengapa Menumbuhkan Brewok Bisa Meningkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19, Simak Disini!

Picture by Batok.co

Alasan Mengapa Menumbuhkan Brewok Bisa Meningkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19, Simak Disini!

Kesehatan, Seruan.id - Membiarkan jenggot tumbuh panjang berurai ternyata bisa meningkatkan risiko seseorang terkena dampak Covid-19. Bagi kaum awam mungkin hal ini sangatlah tidak masuk dan akan mempertanyakan apa hubungannya?

Nah supaya tidak menimbulkan pertanyaan yang lebih banyak lagi, yuk simak penjelasan berikut!

Seperti yang kita ketahui selama ini, alasan utama kita menggunakan masker adalah untuk menutup mulut dan hidung agar bisa menahan virus yang terakandung di dalam droplets (cairan pernapasan). Dimana tujuannya adalah agar droplets tersebut tidak mengenai orang lain, atau sebaliknya.

Dengan memakai masker kita juga akan terlindungi dari tetesan droplets yang mungkin saja berasal dari orang lain yang terinfeksi positif Covid-19.

Bahasa sederhananya, memakai masker adalah untuk melindungi diri sendiri dan juga orang lain yang berada disekitar kita dari bahaya virus yang siap kapan saja menyerang melalui udara.

Oleh karena itulah saat memakasi masker tidak bisa asal sembarangan dan asal menempel di bagian mulut dan hidung kita. 

Dengan menggunakan masker dengan tepat, tidak memiliki celah antra kulit dan masker akan mengurangi risiko terhadap diri kita.

Lantas bagaimana saat seseorang memiliki jenggot atau brewok?

Nah inilah alasan mengapa seseorang yang memiliki jenggot atau brewok akan lebih gampang terinfeksi Covid-19 seperti yang telah dikatakan pada judul artikel. Dimana jenghot atau brewok akan mengurangi keefektifan pemakaian masker.

Kenapa? Karena jenggot akan menimbulkan celah antara kulit dan masker yang kita gunakan (tidak efektif).

"Setiap celah meningkatkan kemungkinan virus masuk atau keluar dari lubang yang tercipta. Yang jelas meningkatkan risiko menularkan atau tertular penyakit," terang Prof. Dr. Mona Gohara, selaku ahli klinis Dermatologi di Yale School of Medicine.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment