-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Benarkah Wanita yang Telat Nikah Justru Lebih Menjamin Kebahagiaan Rumah Tangga?

 

Gaya Hidup, Seruan.id – Ketika seseorang, khususnya wanita sudah menginjak usia 25-an, yang artinya sudah tidak muda lagi, sudah mapan, baik dari segi karir maupun penghasilan dan telah layak untuk menikah. 

 

Pasti akan sering menerima pertanyaan dari orang-orang disekitarnya, baik itu sahabat, teman, partner kerja, hingga keluarga tentang kapan menikah.

 

Eh sudah cukup umurloh, kapan nikah?

 

Ada baiknya tidak perlu ambil pusing dan jangan terburu-buru, karena berdasarkan hasil dari penelitian bahwa menikah terlambat justru akan lebih menjamin kebahagiaan pernikahan di masa mendatang.

 

Namun perlu di garis bawahi, bukan berarti penelitian tersebut mengatakan bahwa menikah muda itu salah dan tidak menjamin kebahagiaan sebuah rumah tangga, hal tersebut kembali pada pribadi yang menjalani.

 

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Family Psychology yang dilakukan oleh University of Alberta mengungkap bahwa mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata memiliki level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.

 

Tidak hanya itu, menikah pada usia matang juga menunjukkan, bisa merendahkan risiko depresi dan cerai. 

 

Hal tersebut di ungkap oleh Matt Johnson selaku peneliti, ia mengungkap bahwa tujuannya melakukan penelitian adalah untuk mengetahui usia ideal menikah. 

 

Ia mengumpulkan partisipan pria yang rata-rata menikah pada usia 28 tahun dan wanita usia 25 tahun.

 

Ia juga melakukan survei terhadap 405 Orang Kanada lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan usia paruh baya di tahun 1984 yang menikah di usia muda dan usia tua untuk melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali mereka menikah.

 

Pada abad 21, usia pernikahan semakin ditarik ke belakang karena kebanyakan generasi masa kini harus menjalani pendidikan tinggi dan mencari pekerjaan. Pada umumnya mereka tidak buru-buru menikah karena belum mapan.

 

Lantas untuk apa kita khawatir dan menghabiskan waktu sia-sia hanya untuk bertanya pada diri sendiri kapan jodoh datang?

 

Harusnya kita bisa lebih fokus meningkatkan kualitas diri, memapankan diri dan membuat bahagia diri sendiri tanpa rasa khawatir.

 

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Post a Comment