-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Liga Indonesia Kembali Bergulir Dengan Penerapan Protokol Kesahatan

(Gambar: Liputan6)

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) mewacanakan untuk menggunakan kembali kompetisi liga sepak bola Indonesia yang sebelumnya dihentikan akibat pandemi Covid-19. 

Penerapan protokol kesehatan menjadi syarat utama terhadap penyelenggaraan kompetisi. Beberapa negara seperti inggris, Spanyol, dan Italia telah memulai lebih dahulu kompetisi Sepak bola di tengah situasi pnademi global.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan, Liga Indonesia rencananya akan digelar bulan Oktober nanti namun perlu adanya kerja sama antar seluruh komponen sepak bola, khususnya terkait penerapan protokol kesehatan.

"Kompetisi sepak bola liga indonesia akan digulirkan bulan Oktober 2020, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi seluruh komponen sepak bola, federasi, klub hingga supporter," kata Iriawan di Media Center Satgas Penangan Covid-19, Jakarta, Rabu (22/7)

Ia menambahkan PSSI telah membuat protokol kesehatan pertandingan sepak bola dan akan memberlakukan tes swab kepada seluruh orang yang terlibat dalam tiap pertandingan.

"Kami telah membuat protokol kesehatan dengan bantuan tim dokter dan tim pengkajian di PSSI dan menganggarkan untuk melakukan swab test, serta diputuskan tanpa adanya penonton stadion," tambahnya.

Selain itu dalam rangka mendukung penanganan Covid-19, PSSI melalui gerakan PSSI Peduli memberikan bantuan berupa alat perlindung diri (APD) yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum PSSI kepada Ketua "Kami menyerahkan APD sebanyak 1.200 untuk dapat didistribusikan kepada yang membutuhkan." kata Iriawan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Doni Monardo menyampaikan terima kasih atas dukungan PSSI terhadap penanganan Covid-19 ini.

"Terimakasih atas donasi APD yang diberikan, selanjutnya akan disalurkan kepada tenaga medis dan masyarakat," ucap Doni.
Related Posts
Friska Sembiring
Friska Sembiring (Ekonomi pembangunan, Universitas Andalas)

Related Posts

Post a Comment