Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU

Danau Matano: Mengalahkan Danau Toba sebagai Danau Terdalam di Asia Tenggara

 

Danau Matano: Mengalahkan Danau Toba sebagai Danau Terdalam di Asia Tenggara

Seruan.id - Danau Matano merupakan danau tektonik dengan ukuran yang cukup luas, yakni memiliki panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer. Danau ini terletak di Sukawesi Selatan, tepatnya di Kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur yang berada di ujung Selatan Pulau Sulawesi.

Dengan keindahan yang tak terukur akan membuat siapapun ingin berkunjung ke Danau Matano demi menikmati suguhan alam yang disedikan disana. Danau ini benar-benar mempesona dan airnya sangat jernih, sehingga saat kita melihat ke dasar danau maka kita akan bisa menembus pandang hingga 20 meter.

Oleh karena itu, Danau Matano sering dikunjungi oleh para penyelam untuk merasakan pengalaman yang tak kalah menarik dari tempat lain. Apalagi di dalam danau kita bisa menemukan benda-benda peninggalan nenek moyang warga setempat, seperti tombak, parang, mangkuk, hingga piring-piring kuno yang tersusun rapi di dalam gua air.

Tidak hanya menyuguhkan keindahan alami yang luar biasa, namun Danau Matano juga turut menjadi rumah satu-satunya bagi ikan eksostis yang diduga adalah salah satu ikan purba yang berhasil survive hingga saat ini.

Ikan tersebut disebut oleh warga setempat dengan nama ikan butini (Glossogobius Matanensis) dan juga kepiting bungka (Paratelphusa), dan keong air tawar (Brotia).

Ikan Butini sendiri memiliki warna kecoklat-coklatan dan bentuknya yang sangat mirip dengan binatang purba.

Salah satu warga setempat menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu beberapa ahli atau peneliti sempat berkunjung ke Danau Matano untuk melakukan penelitian terhadap ikan butini.

Beberapa peneliti yang datang kesini mengatakan bahwa ikan butini adalah salah satu jenis ikan purba yang hanya hidup dan berkembang biak di Danau Matano,” terangnya singkat.

Saat tiba di Danau Matano, tak lengkap rasanya jika kita tidak berkeliling danau dengan perahu raft untuk merasakan sensasi yang ada. Hal tersebut akan membuat mata kita dimanjakan oleh keindahan pemandangan Pegunungan Verbeek yang sangat hijau dan asri, serta beragam pepohonan dengan akar menjuntai ke dasar Danau Matano.

Disana kita juga akan melihat suguhan aktifitas burung cabai panggul kelabu dengan ukurannya yang sangat mini (merupakan burung endemik Danau Matano) beterbangan dengan sangat rendah di atas Danau Matano.

Setelah ditelusuri, ternyata Danau Matano memiliki arti, yakni “mata air” (berasal dari Bahasa Dong yang merupakan bahasa asli Sorowako). Mereka meyakini bahwa danau tersebut tercipta dari ribuan mata air yang muncul aktifitas tektonik yang terjadi di sekitar daerah litosfir.

Setidaknya berdasarkan keterangan ahli dan warga setempat, membutuhkan setidaknya 4 juta tahun agar patahan dan lipatan kerak bumi ini terisi oleh air dan akhirnya jadilah Danau Matano.

Secara geografis, permukaan Danau Matano berada 385 meter di atas permukaan laut. Danau ini juga menyandang predikat sebagai danau terdalam di Indonesia. 

Tidak sampai disana, Worldatlas juga menempatkan Danau Matano sebagai danau terdalam ke-12 di dunia dengan kedalaman 1936 kaki atau 590 meter. Diyakini 40 meter lebih dalam dari danau terluas di Indonesia, yakni Danau Toba yang berada di Sumatera Utara.

Related Posts
@sevencorner
Estoy hablando por escrito! Mulutku bungkam, jemariku bicara!

Related Posts

Masukkan kode iklan matched content di sini.

Post a Comment