-->
Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU
Theme images by Igniel

Search This Blog

Memaknai Sebuah Cinta Tanpa Syarat

Oleh: Putra Anggara
(Mahasiswa Psikologi Universitas Andalas) 

KELUARGA? Siapa sih yang tidak kenal dengan kata ini. Mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Ya memang setiap kita yang terlahir pasti mempunyai keluarga, hanya saja seiring berjalannya waktu mungkin kita kehilangan sosok keluarga tersebut. Sebenarnya apasih makna kata keluarga bagi teman-teman? Tentu masing-masing kita memiliki pandangan yang berbeda. Disini penulis akan menceritakan makna keluarga bagi diri penulis sendiri.

Keluarga itu sendiri memiliki definisi yaitu, suatu unit terkecil dari lapisan masyarakat yang biasanya terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal secara bersamaan dalam keadaan saling ketergantungan satu sama lain. Satu kata beribu makna? Ya, benar sekali. Keluarga memang hanya terdiri dari satu kata atau hanya terdiri dari 8 huruf, akan tetapi ada ribuan makna dibalik kata keluarga ini. Ada banyak fungsi keluarga diantaranya yaitu sebagai taman bermain pertama dan selamanya. Karena lingkungan yang paling dekat dengan individu yaitu keluarga. Pengaruh dari keluarga sangat terlihat terhadap keseharian individu. Disamping itu keluarga juga tempat mencurahkan keluh kesah dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan misteri ini. Disaat situasi saat ini, peranan keluarga sangat dibutuhkan, yaitu sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tanpa adanya keluarga maka sulit rasanya bagi individu untuk tetap mampu dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Jika membahas tentang keluarga tentu hal ini sangat berkaitan erat dengan kedua orangtua. Setiap kita yang lahir pasti pernah memiliki orangtua. Orang yang diutus oleh allah untuk senantiasa menjaga kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Orang yang tidak pernah kenal lelah dalam menghadapi beribu jenis tingkah laku anaknya, orang yang selalu berusaha melakukan apapun agar anaknya dapat tersenyum bahagia walaupun nyawa taruhannya. Tentu jasa orang tua tidak akan pernah terbalaskan dengan apapun. Seorang Uwais Alqarni saja yang telah menggendong ibunya dari rumah menuju mekkah yang jaraknya begitu jauh masih belum bisa membalas jasa seorang ibu. Apalagi dengan kita? Apa yang telah kita lakukan untuk berusaha membalas jasa orang tua? Sudahkah berhasil kita membahagiakannya? Atau bahkan kita justru membuat ia bersedih karena kelakuan kita yang semakin hari semakin bertentangan dengan kemauannya. Rasa sakit yang ibu rasakan saat mengandung dan melahirkan kita, dan tetesan peluh keringat yang menetes dari wajah seorang ayah tidak akan mampu terbalaskan sampai akhir hayat. Hanya saja kita masih ada peluang untuk membahagiakannya, berbakti kepadanya. Jikalau beliau sudah tidak ada hendaknya senantiasa kita mendoakannya di situasi lapang maupun sempit.

Seorang ibu mampu berbohong kepada anaknya dengan mengatakan bahwa ia sudah kenyang, akan tetapi jikalau mampu perut ibu tersebut berbicara tentulah ia akan teriak kelaparan. Seorang ayah yang berpura-pura kuat didepan anaknya karena ia tidak mau melihat anaknya sedih dan lemah. Hal itu mereka lakukan hanya ingin melihat kita, sangbuah hatinya tersenyum bahagia. Mereka rela memikul semua beban yang ada agar beban tersebut tidak sampai dirasakan oleh anaknya. Mungkin bagi orangtuanya yang hidup hanya berkecukupan, seringkali berhutang meminjam uang kepada tetangga hanya untuk membiayai sekolah anaknya, ia rela tidak membeli barang kesukaannya agar uang yang ada bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Jikalau mereka jujur sebenarnya mereka juga ingin membeli ini dan itu yang mereka inginkan, akan tetapi mereka urungkan niatnya. 

Apapun jenjang pendidikan kita sekarang, baik SD,SMP,SMA,Mahasiswa, ataupun sarjana. Dan sebanyak apapun harta kekayaan yang telah kita miliki, janganlah menganggap rendah kedua orang tua kita, janganlah kita berlagak tinggi ketika didepannya, janganlah kita membantah perkataannya selagi itu tidak melanggar syariat agama. Begitulah cara kita berbakti kepadanya. Selagi kita masih diberikan wkatu oleh allah untuk hidup di dunia ini janganlah kita sia-siakan, optimalkanlah kegiatan birrul walidain. Tidak ada kata selesai untuk kita senantiasa berbakti kepadanya. Hal ini telah dijelaskan Allah didalam alquran surat An-Nisa ayat 36 yang artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya. Dan berbuat baiklah kepada kedeua orang tua.” Sudah dijelaskan oleh allah didalam alquran artinya hal tersebut merujuk pada hukum wajib. Apabila dikerjakan mendapat pahala, apabila tidak dikerjakan mendapat dosa. Karena ridha allah terletak pada ridha orangtua, murka allah terletak pada murka orangtua. 

Jangan pernah mendurhakai orang tua apapun keadaannya. Tinggi pun ilmu kita, melimpah pun harta kekayaan kita sejatinya orangtua hendaknya selalu kita hormati. Begitu besar peranan orangtua di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tengah maraknya saat sekarang ini. Oleh karena itu marilah senantiasa kita berbakti kepada orangtua. Apabila kita telah kehilangan orangtua kita, marilah senantiasa mendoakannya, ukirlah prestasi gemilang sehingga ia bangga dengan dirimu. Karena surge terletak ditelapak kaki ibu. Allah telah menjelaskan bahwa apabila meninggal anak cucu adam maka semua amalannya terputus kecuali tiga. Apa saja yang tiga tersebut? Diantaranya  yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh. Masih terbuka lebar untuk kita senantiasa mendoakannya dengan menjadikan kita sebagai anak yang sholeh dan sholeha. Apakah telah terlalu kaku lidahmu? Sehingga masih malas kamu untuk senantiasa mendoakannya. Apakah terlalu tinggi ilmumu? Sehingga kamu menganggap rendah keluargamu. Apakah terlalu banyak hartamu? Sehingga kamu masih enggan untuk berbakti kepada orangtuamu? Sampai kapan waktu untuk berbakti kepada kedua orangtua? Jawabannya ialah selama nyawa dikandung badan. Marilah kita jadikan tulisan ini sebagai bahan renungan untuk memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih baik lagi. Keluarga tidak hanya sebatas sebuah kata, tapi keluarga adalah sesuatu yang syarat akan makna, didalamnya kamu dapatkan segalanya, didalamnya kamu menemukan siapa kamu sebenarnya, disanalah terdapat cinta tanpa syarat yang abadi hingga ke akhirat. Semoga bermanfaat. Salam dari penulis..
Related Posts

Related Posts

Post a Comment