Y0eWGYxzpXyCEdgWdcCCd1ut8uzRgXO9EmGhgceU

Rekam Jejak dan Rencana Para Calon Bupati Kabupaten Samosir 2020-2025

Oleh: Eko Saputra Sidabutar
Generasi Z (Zoomer) Kabupaten Samosir

Tidak terasa, masyarakat Kabupaten Samosir sebentar lagi akan memeriahkan Pesta Demokrasi lima tahunan. Ya, Pilkada Kabupaten Samosir 2020 akan diselenggarakan pada Desember 2020 mendatang.

Ada 3 pasang calon yang kemungkinan besar akan bertanding dalam kontestasi politik lima tahunan ini. Pasangan pertama yaitu Petahana Rapidin Simbolon - Juang Sinaga, pasangan kedua Vandiko Gultom - Martua Sitanggang, dan pasangan ketiga yaitu Marhuale Simbolon dan Guntur Sinaga.

Rapidin Simbolon tentu meninggalkan rekam jejak politik selama kepemimpinannya yang pastinya tidak dapat memuaskan semua pihak. Ada pihak yang merasa janji politik 5 tahun lalu belum terealisasi. Di samping itu, ada pihak yang mengapresiasi pekerjaan Rapidin dilihat dari coretan prestasi yang dicapai selama dia menjabat sembagai Bupati Kabupaten Samosir.

Adapun beberapa prestasi yang dicapai oleh Rapidin dalam memimpin Samosir adalah sebagai berikut:

1) 2017 - Penghargaan atas prestasi Kabupaten Samosir dalam Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Tahun 2017 dengan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang merupakan capaian tertinggi dari BPK oleh Menteri Keuangan RI.

2) 2018 - Penghargaan terpilihnya Tomok sebagai Objek Wisata Belanja Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia di Bali oleh Menteri Pariwisata RI.

3) 2018 - Best Award Anugerah Mitra Kerjasama Terbaik dari LIPI atas Pengembangan Tekno Park Balai Benih Ikan (BBI) Kec. Harian dan Pengembangan Kebun Raya Aeknatonang di Kec. Simanindo oleh Menteri Riset dan Teknologi.

4) 2018 - Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabica Samosir yang merupakan penghargaan terbaik Pengembang Agroindustri Kopi Kelompok Tani Maduma dengan Produk  Kopi Pardosir (Parbaba Dolok Samosir) oleh Kemenkumham RI.

5) 2019 - Peringkat 1 Rencana Aksi dalam Pencegahan Korupsi oleh KPK se-Sumatera Utara dan peringkat 30 nasional.

6) 2019 - Penghargaan Indonesia Award pada kategori Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pengembangan Destinasi Wisata

7) 2020 - Peringkat 1 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) se-Sumatera Utara, dll.

Di samping itu, calon kedua yaitu Vandiko Gultom yang merupakan representasi generasi milenial merupakan anak baru dalam dunia politik. Sebelumnya dia bekerja di Kementerian PUPR. Dia memutuskan terjun ke dunia politik karena prihatin akan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Samosir.

Dia menilai pembangunan infrastruktur di Samosir lamban dan tidak mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

"Pembangunan infrastruktur di Samosir tidak bergerak cepat. Dengan background saya saat ini yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saya bisa membuat pembangunan di Samosir lebih pesat ketimbang saat ini,” kata Vandiko seperti dikutip dari GreenBerita.

Vandiko juga menjanjikan beberapa hal yang perlu dicatat apabila dia terpilih nanti, diantaranya: 
1. Program BPJS gratis bagi masyarakat Samosir.
2. Pembangunan saluran irigasi dan air bersih.
3. Pembagian pupuk dan bibit gratis kepada masyarakat.
4. Revitalisasi sarana dan prasana Pariwisata.
5. Bantuan sosial bagi penyandang disabilitas.
6. Beasiswa hingga S3. 

Janji itu dia sampaikan dalam acara temuramah dengan tim di Aula HKBP Kelurahan Sirumahombar, Kecamatan Nainggolan.

Hal yang baru dan lain dari calon lainnya dalam pandangan penulis adalah program BPJS gratis bagi masyarakat Samosir dan Beasiswa hingga pendidikan S3.

Janji tersebut berkaitan erat dengan variabel penting dalam penbangunan Sumber Daya Manusia, yaitu kesehatan dan pendidikan. Dibaca sekilas memang hal itu sangat menggiurkan dan membuat masyarakat tentunya terobsesi untuk menentukan pilihan kepada vandiko. Tapi dalam realisasinya, perlu dipertanyakan apakah nantinya APBD Kabupaten Samosir akan dapat menanggung biaya-biaya tersebut? 

Calon ketiga ada Marhuale Simbolon yang merupakan calon perorangan. Marhuale sendiri adalah pensiunan TNI dengan jabatan terakhir sebagai Pati Mabes TNI AL.

Marhuale Simbolon dikenal sebagai sosok yang dekat dengan petani karena bantuan pengadaan alat-alat pertanian yang ddiberikannya

Dengan berani, dia mengatakan akan mengubah blueprint (rincian rencana kerja) Samosir dari yang saat ini fokus pariwisata menjadi fokus pertanian. 

"Saya Marhuale, akan merubah blueprint Samosir dengan tegas dari berbasiskan pariwisata menjadi berbasiskan pertanian karena mayoritas warga Samosir adalah 85 persen petani," ujarnya pada saat melakukan pendaftaran sebagai calon bupati Samosir ke kantor DPC Partai Demokrat pada 23 Januari 2020 lalu. 

Hal itu tentu sangat berbanding terbalik dengan apa yang sedang dikerjakan oleh pemerintah daerah dan pusat terkait Samosir. Pemerintah pusat maupun daerah saat ini sedang membangun potensi wisata Kabupaten Samosir, terlebih lagi Danau Toba sudah resmi masuk dalam UNESCO Global Geopark. Saat ini, potensi wisata semakin terbuka luas. Lantas, jika dia terpilih nanti, itu menurut saya akan sangat menghambat pembangunan pariwisata yang sedang dikerjakan saat ini dan bertolak belakang dengan program pemerintah pusat yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan status super prioritas.
____________
Opini akan berlanjut sejalan dengan dinamika politik di Kabupaten Samosir
Related Posts

Related Posts

Masukkan kode iklan matched content di sini.

1 comment

  1. maaf sebelumnya argumentasi tersebut tidak berimbang...penulis seakan2 mengarahkan narasi dukungannya kepada paslon vandiko...sebab tidak mengkritisi program dan janjinya
    kritik saya tolong lebih objektif dalam membuat narasi...agar tidak ada penggiringan opini publik..itu saja

    ReplyDelete